Cinta Mati 3

***

 

 

cinta ini cinta yang tak perlu, mendapatkan balasan cinta

 

meski hatiku perih

 

menahan cinta yang terluka, cinta yang buatku bertahan

 

 

meski ada air mata

 

 

Lagu Mulan Jameela mengalun lagi di kamar Ify yang bernuansa Pink-Orange. Ify mengambil sebuah foto dari dompetnya, foto sang cinta mati yang sengaja ia cetak dan di simpan di dompetnya, Foto Rio.

 

 

Rio, seorang anggota Osis, sama dengan Ify. Rio bukan anak yang populer, tapi juga bukan anak yang tidak dikenal. Tidak mempunyai banyak fans, tapi tidak bisa dibilang
tidak punya fans. Dia disukai dengan caranya sendiri. Dan diam-diam, Ify
menyukainya, sejak pandangan pertama.

 

 

***

 

 

Hari itu telah dibuka pendaftaran anggota osis periode tahun 2010, yang berminat mengikuti tinggal mengambil formulir yang tersedia di depan ruang osis

 

 

Pulang sekolah, saat Ify hendak menarik selembar kertas formulir keluar, seseorang ikut menarik kertas formulir itu, Ify kaget,

 

 

”Ups. Sorry.” ujar orang itu.

 

 

”ga papa kok. Ambil duluan aja.” Ify mempersilakan, orang itu menggeleng

 

 

”ladies first.” kata orang itu lagi sambil tersenyum. Ify membalas senyuman itu,

 

 

”thanks.”

 

 

”you’re welcome. Eh gue Mario, biasa dipanggil Rio.”

 

 

”Alyssa, biasa dipanggil Ify.”

 

 

”oh… Kelas mana fy?”

 

 

”X-6. Kamu Yo?”

 

 

”x-1. Eh Fy, gue duluan ya! gue udah ditungguin.” Pamitnya, Ify mengangguk. Tapi hatinya sedikit kecewa, Rio menghampiri seorang cewek dan merangkulnya dengan mesra, Ify tau, nama cewek
itu Dea.

 

 

***

 

 

sudah 6 bulan sejak kejadian itu berlangsung, Rio dan Ify dekat walaupun hanya sebagai teman, terkadang Ify lah tempat berkeluh kesah Rio tentang percintaanya. Ify miris. Tapi Ify tetap bertahan dengan cintanya pada Rio,
meskipun hanya dia dan Tuhan yang tahu seberapa besar cinta Ify pada Rio.

 

 

”Ify! Ayo berangkat! Nanti telat!” suara Gabriel, kakak Ify terdengar dari arah garasi.

 

 

”iya Kak! Ify turun sekarang!” sahut Ify

 

 

setelah pamit ke mama dan papanya, Ify menaiki motor tiger Iyel. Dan Iyel pun melaju menuju sekolah tercinta mereka.

 

 

”Hey Fy. Kenape pagi-pagi udah cemberut?” Tanya Iyel melihat gelagat adiknya

 

 

”engga kenapa-napa kok kak…” jawab Ify. Iyel tersenyum

 

 

‘Ify masih ga mau cerita soal Rio’

 

 

Ya, Gabriel tahu bahwa Ify menyukai Rio. Gabriel selalu bisa menangkap sinar-sinar kebahagiaan di mata Ify jika sedang mengobrol dengan Rio di RO.

 

 

‘maaf kak, aku ga mau cerita dulu soal Rio, sebenarnya aku patah hati lagi untuk kedua kalinya, setelah tiga bulan yang lalu Rio putus sama Dea, sekarang dia jadian sama
Shilla.’ batin Ify

 

 

***

 

 

Ify makin kecewa saat melihat Rio dan Shilla bergandengan tangan saat mengantar Shilla ke kelasnya, Shilla adalah teman sebangku Ify. Tapi tampaknya kekecewaan itu tidak hanya menjadi miliknya,
tapi juga milik seorang gadis cantik yang juga menyukai Rio.

 

 

”kenapa Via? Aneh banget mimik lo.” canda Ify. Via hanya nyengir. Dan saat Shilla memasuki kelas, bibir Via kembali datar.

 

 

***

 

 

Ify berjalan lesu ke arah Ruang Osis

 

 

‘coba gue itu Shilla’

 

 

”Hey! Siang siang kok ngelamun? Nanti cantiknya ilang loh!” sebuah suara canda menggoda menhilangkan lamunan Ify. Ify tersenyum menatap sang pemilik suara

 

 

”kak Alvin juga siang-siang udah ngegombal! Nanti gantengnya ilang loh!” canda Ify. Ternyata reaksi Alvin tidak terduga

 

 

”Amit-amit Ya Tuhan!” Ujar Alvin sambil mengetok-ngetok kepalanya sendiri lalu tembok. Ify tertawa

 

 

”mau ke RO kak?”

 

 

”iya, yuk bareng. Cepetan mau ada rapat” Alvin menarik lengan Ify,

 

 

Deg! Jantung Ify berdebar lebih cepat, begitu pula dengan jantung Alvin. Alvin memang menyukai Ify sejak pertama kali berkunjung ke rumah Gabriel, sahabatnya.
Tapi ucapan Gabriel membuat Alvin
tidak terlalu menyimpan harapan Ify akan menyukainya juga,

 

 

”Vin, sebenernya gue setuju banget lo jadian sama Ify, apalagi kalo entar jadi adik ipar gue, tapi gue minta, jangan terlalu banyak berharap dulu, adik gue bener-bener cinta mati
sama seorang cowok, takutnya entar malah elo yang patah hati.”

 

 

Alvin masih mengingat jelas pembicaraannya dengan Gabriel seminggu lalu. Dan pembicaraan itulah yang mengurungkan niatnya untuk mengutarakan rasa sayangnya kepada Ify,

 

***

 

 

Alvin yang ketua MPK, duduk di depan Gabriel, yang adalah ketua Osis. Sementara Ify duduk di samping Gabriel. Berkali-kali Ify menghela nafas melihat Rio
yang asil smsan. ‘kayanya sama Shilla’

 

saking asiknya memperhatikan Rio, Ify tidak menyadari bahwa mata Alvin sejak tadi tertuju padanya.

 

 

‘jadi Rio, Fy?’

 

 

***

 

 

”Fy, gue masih ada urusan dulu. Lo pulang dianterin Alvin aja ya gapapa kan?” tanya Gabriel.

 

 

”Ify sih gapapa, tapi apa ga ngerepotin Kak Alvin?”

 

 

”Aku sih gapapa Fy, itung-itung jalan-jalan, apalagi bawa gadis cantik kaya kamu.” Ujar Alvin. Ify tersipu, Gabriel mencibir

 

 

”jangan gombal lo sama adek gue! Awas lo kalo adek gue pulang dalam keadaan ga utuh!”

 

 

”tenang yel, gue ga akan ngebiarin satu helai rambut sekalipun hilang dari Ify.” Ujarnya mantap.

 

 

***

 

 

Perasaan Ify hari ini gado-gado. Bingung atas perasaannya sendiri. Dia kecewa melihat Rio mesra dengan Shilla. Tapi juga senang diantar Alvin
pulang.

 

 

***

 

 

Ify dan Alvin menjadi lebih dekat lagi. Kalau Gabriel tidak bisa mengantar Ify pulang, Alvin yang menggantikannya, atau bahkan Alvin
dan Ify sengaja pulang bareng.

 

 

Tapi sampai saat ini, hati Ify masih tersimpan hanya untuk Rio. Ify masih mencintai Rio seperti dulu,

 

 

***

 

 

Hari ini genap 9 bulan Ify menyimpan hatinya hanya untuk Rio. Hari ini pula dia akan pergi bersama Alvin, ini kali pertamanya.

 

 

Ify yang hari ini menggunakan t-shirt warna putih polos dan rok vintage berwarna coklat bunga-bunga, dihiasi kalung panjang dan tas kulit kecil juga flatshoes simple
sudah menunggu di teras rumah, ditemani Gabriel.

 

 

Tak lama kemudian, sebuah swift putih berhenti di depan gerbang, sang pengendara yang kali ini memakai kemeja putih dengan tangan yang dilinting sampai ke sikut, di padu dengan rompi oxford warna coklat, celana
jeans dan sepatu kets, turun dari mobil, dan memasuki teras. Tampaknya semua
orang akan terpesona melihatnya, begitu pula Ify. Tapi dimatanya, Rio
masih lebih segala-galanya.

 

 

”ayo Fy.” ujar Alvin

 

 

”ayo.”

 

 

”eits tunggu dulu, Alvin inget ya Vin adek gue jangan sampe kurang sesuatu apa pun !”

 

 

”iya Kak Gabriel…” timpal Alvin, mencibir

 

 

”heuh… Udah sana pergi!” Gabriel pura-pura mengusir

 

 

”pergi dulu ya Kak!” Ify pamit, lalu mereka pun berangkat menuju tujuan pertama mereka, restoran di jalan Riau, bandung

 

 

oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku….

 

 

Handphone Ify berdering, tanda ada sms masuk

 

 

From : Rio X-1

 

 

Ify🙂 tadi aku ngeliat kamu keluar rumah. Cantik deh🙂

 

 

Ify tersapu eh tersipu malu membaca sms dari Rio

 

 

To : Rio X-1

 

 

trims🙂 liat dmana?

 

 

From : Rio X-1

 

 

tadi ak krmh kmu, tpi ternyata kmunya pergi. Sma k’alvin ya?

 

 

To : Rio X-1

 

 

iya.

 

 

From : Rio X-1

 

 

ya udah , besok ngobrol ya di RO🙂

 

 

Ify senang sekali membaca sms dari Rio itu.

 

 

”kenapa kamu Fy senyam senyum sendiri?” tanya Alvin heran

 

 

”gapapa kok kak…” Ify tersenyum. Alvin juga tersenyum, walau agak pahit

 

 

‘Rio lagi ya, Fy? Apa cuma dia yang bisa bikin kamu bahagia?’

 

 

***

 

 

Pertama-tama, mereka pergi ke sebuah restauran. Karena udah jam 12 siang. Ternyata restauran yang dipilihkan Alvin ini benar-benar asik. Menunya disini makanan kesukaan Ify semua. Ify memutuskan tidak makan makanan yang berat.
Dia hanya ingin caesar salad dan lemon squash. Sementara Alvin memesan salad,
fettucini dan lemon soda. Alvin
memandang heran dengan pesanan Ify.

 

 

”cuma itu doang Fy?” Tanya Alvin tampak tidak percaya. Ify mengangguk

 

 

”Serius?” Ify mengangguk mantap

 

 

”pantesan badan kamu ceking gitu, udah mah mesen makanan orang diet, minumnya yang asem-asem lagi. Ckckck” Alvin berdecak heran

 

 

”lo mesen makanan berat dong Fy! Yayaya? Cobain Lamb chopnya deh Fy! Ya Ify ya?” Pinta Alvin setengah memaksa. Alvin ga tega
ngeliat Ify cuma makan caesar salad doang. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya
Ify setuju. Lagian siapa sih yang ga suka lamb chop?

 

 

Acara makan-makan mereka berlangsung menyenangkan. Bagi Ify, Alvin sudah seperti kakaknya sendiri.

 

 

***

 

 

Mereka melanjutkan perjalanan ke salah satu toko kado, katanya Alvin ingin membelikan sesuatu ke seorang cewek yang special di hatinya, dan Ify diminta memilihkan
kado. Ify sih setuju-setuju saja. Walau hatinya agak kecewa.

 

 

‘Berarti Kak Alvin sudah punya someone special.. Loh kok? Kenapa juga harus kecewa Fy?’

 

 

di toko kado itu, mata Alvin selalu memandang kemana mata Ify melihat. Sampai akhirnya mata Ify tidak lepas memandang sebuah miniatur grand piano yang berwarna putih. Ify mengambilnya,
lalu menekan tuts pianonya,

 

 

tiba-tiba bagian atas piano itu terbuka, dan sebuah lagu terdengar mengalun. bersamaan dengan lagu itu muncul sebuah figura kecil berbentuk hati. Ify tersenyum. Lucu banget.

 

 

”Lucu ya Fy?”

 

 

”Iya. Kenapa ga ngasih ini aja?” Tawar Ify. Alvin terkejut.

 

 

”gapapa Fy? Bukannya kamu suka banget sama ini?”

 

 

”gapapalah.. Jarang loh kak nemuin barang lucu kaya gini. ” Ify lalu menyerahkan miniatur piano itu ke tangan Alvin

 

 

”thanks ya.”

 

 

Alvin lalu membayar miniatur itu dan meminta pramuniaga membungkusnya. Kado itu terkemas cantik dalam kotak berwarna pink-orange dengan pita yang senada. Ify tersenyum

 

 

”cewek itu beruntung banget ya Kak Alvin.” Ujar Ify tanpa mengalihkan pandangannya dari kado tersebut. Alvin tersenyum

 

 

”dia memang cewek yang beruntung.”

 

 

***

 

 

Keesokan harinya, tanggal 6 desember.

 

 

Hari ini Ulang Tahun Ify. Dan Rio bilang Rio ingin berbicara dengannya hari ini. Dan Ify tau, Rio baru putus dengan Shilla. Apakah Rio akan menembaknya hari ini di hari jadinya
yang ke 17 ? Entahlah. Tapi Ify harap hal ini akan terjadi.

 

 

Pulang sekolah @ RO.

 

 

Ify sudah dikerjain habis-habisan sama teman-teman sekelasnya, lalu dia ngabrit ke RO. Setelah istirahat sejenak, Rio lalu mulai mengobrol dengan Ify.

 

 

”Eh Fy, happy birthday lo. Sweet seventeen ya?” Ujar Rio. Ify mengangguk

 

 

”aku mau berbagi cerita bahagia sama kamu Fy!” Kata Rio lagi

 

 

”apa?”

 

 

”aku pengen jadian sama Via! Kira-kira kalau aku tembak dia bakal diterima ga ya? ”

 

 

 

 

 

 

~~~~~~~~siiiiiiiiiiiingh

 

 

hati ify hancur untuk yang ketiga kalinya.

 

 

‘ya Tuhan. Apa aku salah selama ini cinta sama Rio? Kenapa cuma sakit yang aku dapatkan?’

 

 

”Fy? Lo ga papa kan? Hello Ify??” Rio mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Ify.

 

 

”Fy??”

 

 

”Sorry Yo. Gue pulang dulu.”

 

 

Ify berlari meninggalkan Ruang Osis. Segera menuju ke rumahnya.

 

 

***

 

 

Cklek! Ify membuka pintu depan rumahnya. Betapa terkejutnya Ify ketika dia menendang sebuah kotak. Warnanya pink-orange dengan pita senada. Ify sangat mengenal kotak itu. Tapi ternyata ada sebuah kartu ucapan tertempel
di tutup kotak itu.

 

 

Ify duduk sambil memegangi kado dan kartu ucapan. Lalu mulai membacanya.

 

 

Selamat Ulang Tahun yang ke 17, Ify!

 

 

Semoga kamu mendapatkan kebahagian dalam hidupmu selalu.

 

 

Satu hal yang perlu kau tahu,

 

 

cewek kamu anggap beruntung itu, adalah kamu sendiri.

 

 

Ify tercengang saat membacanya. Terlebih lagi saat membuka kadonya. Miniatur Grand Piano yang berwarna Putih. Dan di dalamnya, fotonya dan Alvin terbingkai dalam figura
berbentuk hati Selama ini Alvin
menganggapnya spesial? Dan Ify tidak pernah menyadarinya? Kenapa?

 

 

Karena dia menganggap Rio lebih special.

 

 

Ify berlari ke kamar Gabriel

 

 

tok tok tok!

 

 

”masuk!”

 

 

”kak Gabriel! Kenapa engga…” ucapan Ify terhenti saat mengetahui ada seseorang selain Gabriel di dalam kamarnya. Alvin

 

 

”kenapa engga apa?” Gabriel balik tanya. Alvin tersenyum.

 

 

”selamat ultah ya Fy. Udah liat kadonya?” Tanya Alvin manis. Ify mengangguk pelan. Dia merasa pipinya memerah.

 

 

”suka?”

 

 

Lagi-lagi Ify mengangguk.

 

 

”ehm ehm… Udah pake ‘bola langsung’ ini teh?” goda Gabriel. Alvin cengengesan.

 

 

”ya udah hajar aja!”

 

 

Alvin tersenyum mendengar Gabriel berkata seperti itu. Kemudian dia mendekati Ify yang masih berdiri di depan pintu kamar Gabriel.

 

 

”Ify, kamu cewek spesial di hati aku sampai kapanpun. Walaupun mungkin di hati kamu cuma ada Rio.”

 

 

”tapi Fy, mau ga kamu ngasih aku kesempatan sekaliiii aja buat menjadi pemilik hati kamu?”

 

 

Gabriel tersenyum-senyum sendiri. Sambil berharap Ify akan menerima Alvin.

 

 

Sementara Ify bingung. Hatinya masih untuk Rio… Tapi, Rio sudah sering menyakitinya. Sementara Alvin, teman kakaknya ini sudah sangat baik terhadapnya.

 

 

Pelan-pelan, Ify mengangguk.

 

 

Alvin tersenyum lebar, tampaknya dia bisa terbang saat ini juga. Sementara Gabriel teriak-teriak ga jelas.

 

 

”yeeaaaaah!!!”

 

 

Ify dan Alvin tersenyum melihat tingkah gabriel.

 

 

***

 

 

”Ify, kamu beneran jadian sama Kak Alvin?” tanya Rio saat Ify masuk ke RO.

 

 

”udah sebulan yang lalu kali. Kamu kemana aja Yo?”

 

 

Rio terdiam di kursi RO saat mendengar kalimat Ify barusan.

 

 

‘kenapa perasaan gue aneh gini?’

 

 

melihat Rio yang terdiam, Gabriel menghampirinya

 

 

”weyy! Ngelamun aje cuy!”

 

 

”eh Kak Gabriel. Engga kok ga ngelamun.” Rio berusaha mengelak. Gabriel tersenyum

 

 

”tau ga Yo, selama ini Ify cinta mati sama lo. Cuma elo yang bisa buat Ify nangis tiap malem. Cuma elo yang bisa ngebutain hati Ify. Dia selalu nunggu lo.”

 

 

”tapi lo ga pernah sadar akan hal itu Yo. Kalau pun sekarang lo sadar, lo udah terlambat. Karena sekarang Ify udah menjadi milik Alvin. Cowok yang udah seharusnya memiliki Ify.”

 

 

Gabriel meninggalkan Rio sendiri di ruang Osis. Rio meratapi nasibnya.

 

 

‘padahal Ify baik, padahal Ify selalu ada buat gue, selalu dengerin gue, arrrgh!’

 

 

Ify yang berada tepat di luar ruang osis melihat Rio mengacak-acak rambutnya sendiri. Terlihat kesal.

 

 

kamu takkan pernah mendapatkan cinta

 

cinta seperti yang aku berikan kepada kamu

 

kamu nanti pasti kanmenyadarinya

 

saat aku tak lagi ada

 

 

kamu takkan pernah tau betapa aku

 

memuja kamu seperti ku memuja dewa cinta

 

kamu nanti pasti kanmenyadarinya

 

saat aku tak lagi ada

 

 

Lagu yang sedang didengarkan Ify dari iPodnya adalah cinta mati 3. Ify tersenyum. Rio akan tetap ada di hatinya. Tapi kini, cinta Ify sepenuhnya hanya untuk Alvin.

 

 

 

‘akhirnya kamu sadar Yo… Kamu sadar kalau aku mencintaimu… Tapi maaf Yo… Hatiku tak lagi ada untukmu’

 

 

***

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s