Hidupmu Hidupku

” Jangan tinggalin aku Shil ,” lirih Alvin sembari menggenggam tangan pacarnya, Shilla yang sedang tergolek lemah di ranjang.
” Aku ga akan ninggalin kamu Vin, aku janji akan slalu nemenin kamu, walau dengan wujud yang berbeda ” ucap Shilla lemah. Alvin hanya menunduk. Dia tak kuasa jika melihat wajah Shilla yang pucat pasi.
” Aku..sayang kamu ” ujar Alvin masih dengan menunduk. Sekian lama tak ada jawaban dari Shilla, Alvin mengangkat wajahnya. Dilihatnya Shilla sudah terlelap dalam keabadian.

——————————————————————————————————————

Shilla, Alvin, dan Rio berteman sejak kecil. Sejak kecil pula Alvin telah menaruh rasa suka terhadap Shilla. Atas dorongan dari Rio, Alvin berhasil menyatakan cintanya pada Shilla. Mereka berpacaran kelas 3 SMP dan bertahan hingga kelas 2 SMA sekarang. Alvin dan Shilla pasangan serasi. Pasangan yg membuat yang lain iri. Mereka saling menyayangi, saling melengkapi. Rio yang setiap saat mendukung mereka. Tapi kebahagiaan mereka pupus karna kanker paru-paru yang bersemayam di tubuh Shilla. Dan akhirnya yang ditakutkan Alvin terjadi juga, Shilla meninggalkan dirinya. Selamanya…

Pemakaman Shilla telah dilaksanakan. 3 bulan berlalu. Sejak saat itulah Alvin menjelma menjadi sosok yg tak dikenal Rio. Alvin berubah pendiam. Sangat dingin. Mungkin hanya pada Rio, Alvin mau berbicara. Setiap istirahat, Alvin selalu mengungsi ke bangunan barat sekolah sembari bermain harmonika. Alat musik favorit Shilla. Rio juga merasa terganggu dengan cerita Alvin yang menurutnya aneh. Alvin bercerita, bahwa 1 bulan terakhir ini, dirinya ditemani sosok Shilla. Sosok Shilla yang hadir disisinya. Dan slalu mengajaknya bicara. Suara lembut yang diyakini Alvin sebagai Shilla itu, slalu datang disaat Alvin sendiri. Alvin bukannya ngeri, malah senang. Rio sadar, crita Alvin memang sangat tdk masuk akal. Bagaimana mungkin orang yang masih hidup bisa berbicara dengan orang yg telah tiada ?? tapi sejauh ini Rio masih memakluminya. Rio menganggap itu hanyalah khayalan Alvin untuk mengobati rasa rindunya pada Shilla, cinta pertamanya. 1 hal yang menjadi pertanyaan besar di benak Rio : Sampai kapan Alvin akan bersikap aneh seperti ini ???

—————————————————–

@ SMA GENERASI BARU

Kelas Alvin dan Rio…

” Anak-anak kita kedatangan murid baru dari Bandung, Alyssa perkenalkan diri kamu ” bimbing Bu Okki.
” Nama saya Alyssa Saufika Umari. Panggil saja Ify. Salam kenal” sapanya.
” Oke Ify, kamu duduk di samping Agni” Bu Okki menunjuk bangku Agni yang terletak 2 bangku di belakang bangku Alvin dan Rio. Ify mengangguk. Dia berjalan menuju bangku Agni. Saat melewati Alvin, mata Ify tak berkedip. Yang dilihatnya adalah ceorang yang sangat sangat cool dan ganteng. Saking terpesonanya sampe Ify tak sadar ia melewati bangku Agni. Ify duduk tepat di samping cwo item manis yg memandangnya heran.

” Heh , ngapain loe disini ??” tanya cwo itu.
” Kan gue disuruh duduk disini sama Bu Okki ” jawab Ify tanpa menoleh.
” Tapi loe kan disuruhnya duduk sama Agni, bukan sama gue ”
” Ha ??” barulah Ify menoleh. ” Wahh loe sih bukan Agni, tapi Agnu “.
” Yee..emang bukan. Gue Patton. ketua kelas disini. Dan loe salah duduk ” tegas Patton. Tawa anak2 sekelas menggema. Ify maluuu bgt !! ini karna ia terlalu serius memandang Alvin. Juga gara2 Patton yg berbicara terlalu keras hingga semua denger. Dengan wajah merah, Ify berjalan ke bangku Agni.

” Malu gue, malu ” ucap Ify pd dirinya sendiri.
” Hahaha..makanya kalo jalan jangan meleng ” tutur Agni.” merhatiin apa sih loe ??” sambungnya. Ify menunjuk dengan dagunya ke arah Alvin.” Tuuh ”
” Ha ?? Alvin ??” pekik Agni.
” Ohh Kevin namanya ”
” Alvin..A-L bukan K-E ” eja Agni.
” hehe iya maksud gue ”
” Loe naksir dia ??” tanya Agni tanpa beban.
” Iya ” Ify mengangguk enteng.
” Wahh siap2 patah hati loe ”
” Jahh ..jangan bikin gue down dong! emang dia udah puya cwe ??”
” Hehe sori sori. Emm..udah. Tapi cwe nya ..”
” Yahh ga ada harepan dong ” Ify memotong ucapan Agni.
” Tapi cwenya udah meninggal 3 bulan yg lalu ” lanjut Agni.
” Ha ?? me..meninggal ?? kenapa ??”
” Ga tau ! gue kasih tau aja ya Fy, Alvin tuh cinta bgt ma cwenya itu, keanya dia ga akan bisa ngebuka hatinya lagi untuk cwe lain deh..buktinya, setelah cwenya itu meninggal, banyak loh cwe yg deketin dia, tapi ditolak mulu ama si Alvin. Jadi gue saranin loe mundur aja deh ” jelas Agni.
” Whatt ?? Mundur?? no no no!! gue Ify akan berusaha ” tekad Ify.
” Bagus..bagus. Salut gue ”
” Ify gitu”

Sepulang sekolah.
Ify berjalan sendirian. Agni ada ekskul karate. Pas Ify hendak melewati gerbang, dilihatnya Alvin bersama Ninja birunya sedang bertengger di depan gerbang. Penasarn Ify mendekat.

” Hyy Vin ” sapa Ify semanis mungkin. Alvin hanya menoleh sebentar. Lalu mengembalikan pandangannya ke tempat semula tanpa bicara. Ify agak tengsin dicuekkin. Tapi dia ga akan nyerah.
” Sendirian Vin ?? ato lagi nunggu siapa ??” tanya Ify berharap dapet balasan. Lagi2 Alvin menoleh sebentar ke Ify. Lalu dia bangkit dan menaiki Ninjanya.
” Bukan urusan loe !! ” ujar Alvin dingin. Setelah itu dia pergi. Ify agak kaget juga denger ucapan Alvin yg begitu dingin dan tajam. Tapi Ify berusaha untuk berpikir positif.

—————————————————–

@ Kamar Alvin.

Alvin merebahkan tubuhnya di kasur. Hari yang melelahkan membuat matanya perlahan terpejam. Tapi saat akan tidur..

” Dasar bandel yahh , udah lupa sama nasehat aku ??” entah dari mana datangnya, terdengar jelas suara lembut perempuan di sekitar kamar itu. Padahal di kamar itu hanya ada Alvin. Alvin masih diam ditempatnya. Shilla datang !! itu adalah suara ghaib Shilla. Alvin membuka matanya.
” Iyaa Nona cantik ..aku ga akan lupa” balas Alvin sembari tersenyum.
” Apa coba ??” timpal suara itu.
” Pulang sekolah ga boleh langsung tidur. Ganti baju, cuci kaki tangan, makan. Ya kan ??”
” Hehehe..itu inget. Ya udah cepet sana ganti baju” perintah suara itu. Alvin bangkit dan mengambil baju di lemari. Lalu dia melirik nakal, entah melirik siapa.
” Aku mau ganti baju nih, awas kalo ngintip” ancam Alvin lembut.
” Ihh..gak yahh”

Beberapa menit kemudian Alvin selesai. Lalu ia turun ke lantai 1 rumahnya menuju meja makan. Sebelum Alvin duduk, Ia berjalan ke kursi lain dan menarik kursi tersebut.
” Silahkan duduk Nona cantikk ” ucapnya seolah ada seorang yg akan duduk. Tiba2 angin bertiup. Alvin tau itu petanda hadirnya Shilla.
” Terima kasih ” balas suara itu.” piring kamu udah aku siapin. Tinggal ambil nasinya” sambungnya.
” Makasih ya cantik, aku makan dulu yah ” kata Alvin. dari arah dapur, mbok Sri pembantu Alvin melihat tingkah anak majikannya itu dengan heran plus ngeri. Pasalnya, tindakan Alvin layaknya mengajak orang berbicara. Padahal sejauh penglihatan mbok Sri, tidak ada siapapun di hadapan Alvin. Beliau pun tidak pernah mendengar suara apapun. Rumah itu hanya dihuni 3 orang. Dirinya, Alvin dan Pak Pri, satpam rumah. Orang tua Alvin sibuk bekerja.Melihat yg dilakukan Alvin, ga heran kalo mbok Sri menganggap Alvin frustasi ditinggal Shilla. Namun mbok Sri hanya diam dan membiarkan.

” Nah udah selesai, kamu temenin aku ke tepi kolam yahh, aku akan maenin harmonika untuk kamu ” ajak Alvin.
” Oke ” balas suara ghaib itu.Lalu Alvin beserta bayangan Shilla menuju ke taman belakang rumah.

Begitulah keseharian Alvin semenjak Shilla pergi. Alvin sama sekali tidak merasakan kesepian. Karna Shilla slalu menemaninya walau hanya dengan suara tanpa wujud. Tapi Alvin senang. Ia senang karna Shilla menepati janjinya untuk tidak meninggalkan Alvin sendiri. Kehadiran Shilla muncul sekitar 1 bulan yg lalu. Sewaktu itu Alvin sedang termenung di kamarnya sambil memeluk foto Shilla. Tiba2 angin berhembus kencang. Jendela kamar Alvin terbuka. Semula Alvin ngeri. Tapi entah kenapa, dia merasa ada sepasang tangan yg mendekapnya dari belakang. Tangan yang kasat mata. Tapi Alvin merasa nyaman dengan itu. tanpa berpikir lagi dia berkata ” Shilla ??” Alvin yang meyakini bahwa semua itu karna hadirnya Shilla, bertanya. Berharap mendapat jawaban dari pemilik tangan ghaib tsb.
” Iya Vin, aku Shilla. Aku akan tepati janjiku. Mulai detik ini ga akan aku biarin kamu kesepian. Aku sayang kamu ” Entah darimana, terdengar jawaban yg berasal dari suara seorang perempuan yg miriiip ngt dengan suara Shilla. Dan sejak saat itu, Alvin slalu ditemani Shilla. Disaat Alvin sendiri, muncul angin yg bertiup tdk terlalu kencang. Disusul dengan suara perempuan yg diyakini Alvin adalah Shilla. Suara itulah yg mengobati rasa rindu Alvin. Selain Alvin, tak ada yg bisa mendengar suara Shilla. Maklum saja orang yg melihat itu menyangka Alvin stress. Pernah Rio dan Alvin sedang bermain bersama, muncul angin bertiup ke kamar Alvin. Suara itu terdengar dan berbicara dengan Alvin. Tapi Rio sama sekali ga mendengar apapun selain suara Alvin.

—————————————————–

” Yo, loe bawa pulpen berapa ?? pulpen gue ilang ” tanya Alvin sesaat setelah ia mengobrak abrik isi tasnya.
” 1 doang Vin ” jawab Rio. Ify yg mendengar percakapan mereka, bangkit dan menghampiri Alvin.
” Nih, pake punya gue aja” Ify menyodorkan sebuah pulpen ada Alvin. Alvin menoleh. Dia diam cukup lama.
” Ga usah. Gue beli aja di koperasi ” tolak Alvin. Lalu Ia pergi meninggalkan Ify yg tengsin berat dicuekki kedua kalinya sama Alvin. Rio memandang tanpa reaksi.

” PENGUMUMAN DITUJUKAN UNTUK SEMUA MURID. DIMOHON UNTUL MENJAUHI BANGUNAN SEBELAH BARAT SEKOLAH KARNA SEDANG ADA PROSES RENOVASI. SEKIAN TERIMA KASIH ” meskipun pengumuman telah berulang kali dikumandangkan, tapi Alvin tetap tak peduli. Dia merasa nyaman di gedung barat sekolahnya itu. Dia pergi kesitu utntuk menyendiri sembari bermain harmonika. Seperti saat itu. Dia jenuh dengan suasana kelas. Ia pejamkan mata sembari memainkan alat musik kesukaan Shilla. Cukup lama Alvin memejamkan matanya. Begitu terlarut sampai Alvin tak menyadari bahaya di sekitarnya. Diatasnya, terdapat kaleng cat yg oleng, seakan hendak jatuh. Sebelum kaleng tsb beserta isinya menimpa Alvin, seorang mendorong Alvin hingga keduanya jatuh terjerembab. Hingga kaleng tsb sukses jatuh tanpa mengenai siapapun. Alvin bangkit dan membersihkan tubuhnya dari debu.

” Loe ga kenapa napa kan Vin ??” tanya orang itu yg ternyata ialah Ify.
” Ga ” Alvin bergegas pergi, tapi dicegah Ify. Kesabaran Ify habis menghadapi tingakh dingin Alvin.
” Vin, kenapa sih loe slalu cuek sama gue ?? gue salah apa ??” Alvin menghentikan langkahnya. Diam sebentar lalu berbalik karah Ify.
” Salah loe ?? karna loe slalu gangguin gue. Loe tau ?? kehadiran loe sama sekali ga gue harepin !!! ngerti !!” bentak Alvin lalu pergi. Kali ini Ify benar2 terluka. Airmata menggenang di pelupuk matanya. Dia langkahkan kaki menjauhi tempat itu. Bukan ke kelas melainkan ke taman. Menenangkan diri.

Sesampainya di kelas, Alvin ceritakan perihal Ify tadi kepada Rio. Rio tersentak. Tapi tak ada gunanya menasehati apalagi marah pada Alvin. Dia ga akan menanggapi. Entah dasar apa, Rio keluar kelas. Meyusul Ify. Ditemukannya, Ify sedang terduduk lesu di kursi taman. Rio mendekat.

” Fy..” sapanya pelan. Ify mengangkat wajahnya. Matanya merah tampak habis menangis.
” Boleh gue duduk sini ??” tanya Rio sambil menunjuk bangku di samping Ify. Ify mengangguk.
” Fy, maafin kelakuan Alvin yahh. Dia ga bermaksud bikin loe sakit ” tutur Rio seraya mengusap bahu Ify.
” Tapi ke..kenapa Yo ??”
” Dia sebenernya baik kok Fy,,cuma…” Rio menggantungkan kalimatnya. Ragu.
” Cuma karna dia masih sedih ditinggal cwe nya ??” sambung Ify. Rio kaget.
” Loe tau dari mana ??”
” Ga penting gue tau darimana. Yo, gue pengen tau critanya. Loe mau kan berbagi sama gue ??” pinta Ify. Rio menurut. Tanpa sadar ia ceritakan semua pada Ify. Sampai ke suara ghaib itu. Ify tersentak. tapi ia ceritakan juga tentang perasaannya pada Alvin.

” Mending loe lupain Alvin” usul Rio.
” Kenapa ??”
” Dia..susah ngebuka hatinya lagi. Emm..mungkin belum untuk saat ini”
” Oke Yo, akan gue coba. Thx ya udah dengerin curhat gue ”
” Sama2. Yuk balik ke kelas ” Ajak Rio.

Sejak peristiwa itu, Ify dekat dengan Rio. Entah kenapa dia merasa nyaman dekat dengan cwo itu. Rio slalu mendengarkan curhatnya dengan serius dan memberi solusi yg baek. Perlahan Ify mencoba melupakan rasanya pada Alvin. Terlebih sampai detik ini, Alvin masih bersikap masa bodo terhadap dirinya. Alvin sendiri masih bertahan dengan sosok ghaib Shilla. Sejauh ini sih, hepi hepi aja !!

——————————————————————————————————————–

Musim kenaikan kelas berlangsung. Sekarang, Ify Rio dan Alvin kelas 3 SMA. Rio dan Ify pun sudah jadian. Alvin mendukungnya meskipun masih saja bersikap dingin pada Ify.

” Fy, jalan yuuk ” Ajak Rio di telpon.
” Hayyu . Mau kemana ??”
” Ke mana kek, tapi sebelum itu ke rumah Alvin dulu yahh ”
” Ha ?? ngapain ??”
” Dompet gue ketinggalan di rumah Alvin”
” Ohh. yah udah loe jemput gue jam 7 ya. Jangan ngaret !!”
” Iya nyonya ”
” Terima kasih Ijah . Hahaha ”
” Jahh elu nih ”

Malam itu, Rio dan Ify menuju kediaman Alvin. Tapi ada yg aneh di rumah Alvin. Mbok Sri dan Pak Pri sedang mudik. Rumah itu sepi. Makanya Rio dan Ify masuk tanpa permisi. Sewaktu membuka pintu, ada keanehan yg terlihat jelas. Di lantai, terdapat beratus ratus batang lilin. Di sekitarnya dihiasi bunga mawar putih. Rio dan Ify memutuskan berjalan ke kamar Alvin. Pintu Kamar Alvin terbuka sedikit. Sehingga ada celah bagi Rio dan Ify untuk melihat apa yg dilakukan Alvin di kamarnya. Mereka terkejut. Pasalnya, di kamar Alvin gelap. Hanya ada puluhan lilin kecil di sekitarnya. Alvin terlihat berbeda. Dia memakai kemeja putih dengan jas hitam. Tangannya terjulur ke arah 2 batang lilin besar yg terletak di antara figura besar. Figura foto Shilla !! Rio dan Ify masih betah mengintip.

” Shill, hari ini hari jadian kita yg ke 3 tahun. Semoga kamu suka dengan ini ” ucap Alvin. Tangannya meraih seuntai kalung berbandul kalung hati di kantong jasnya. Ia letakkan tepat di depan figura Shilla. Tiba2 angin bertiup kencang menyebabkan lilin2 kecil padam. Hanya 2 batang lilin besar di samping kanan kiri figura yg masih menyala.
” Makasih ya Vin, aku seneng bgt sama semuanya” suara itu kembali terdengar. Untuk kali pertamanya, Rio dan Ify bisa mendengar jelas suara tanpa wujud itu. Rio akhirnya percaya bahwa selama ini Alvin tak berbohong. Sementara Ify sedikit ketakutan.
” Tapi maafin aku Vin, aku ga bisa selamanya nemenin kamu ” ucap suara Shilla.
” Maksud kamu ??”
” Vin, apa kamu lupa ?? aku cuma makhluk gaib. Kapanpun waktuku bisa habis. Dan disaat itu terjadi, aku udah ga akan mungkin bisa nemenin kamu lagi ” jelas suara Shilla.
” Tapi…”
” Kamu tentu tau kan ?? aku meninggal 1 tahun lalu. Di samping kamu. Dunia kita berbeda Vin, kita ga akan mungkin nyatu”
” Trus mau kamu ??”
” Aku mau, kamu nglupain aku. Kembalilah ke kehidupan kamu Vin. Dan cobalah untuk membuka hati untuk cwe lain. Aku akan terus abadi di hati kamu. Aku sayang kamu ” hening. Suara itu seakan menghilang. Bersamaan itu, 2 batang lilin besar pun padam. Sehingga tak ada lagi penerangan di kamar tsb. Rio dan Ify memutuskan untuk pulang. Rio tau betul apa maksud Shilla tadi. Dia sebetulnya agak kuatir pada Alvin.

” Yo, loe tau maksudnya tadi ga ??” tanya Ify penasaran.
” Tau dong ”
” Apa ??” Lalu Rio menceritakan yg dimaksud Shilla tadi. Ify paham.
” Kita harus balik ke rumah Alvin besok pagi Fy ”
” Oke gue ikut !! ”

Keesokan paginya Rio dan Ify kembali ke rumah Alvin. Tak didapatinya Alvin dimanapun. Kamarnya pun berantakan. Lilin2 berserakan tak karuan.

” Alvin dimana Yo ??” Rio terdiam sesaat. Berpikir. Tak berapa lama kemudian dia menggandeng Ify.
” Yuk . Gue tau Alvin dimana ”

——————————————————————————————————————-

Rio dan Ify berhenti di beberapa meter dari sebuah makam. Dilihatnya Alvin sedang duduk sembari menunduk di samping makam tsb. Masih dengan pakaian semalam. Rio mendekat.Ify membututi.

” Vin..” Rio menepuk bahu Alvin pelan. Alvin menoleh. Tangan kanan Alvin memegang sebatang mawar putih, sementara tangannya yg lain memegan seuntai kalung jantung hati.
” Sabar ya Vin ” ujar Rio. Ify hanya diam.
” Gue tau kok loe sama Ify ngintip. Tapi gue biarin karna gue pengen ngebuktiin kalo gue ga boong ”
” Heuh ?? sori ya Vin..kita ga bermaksud”
” Ga papa Yo. Seusai lilin besar padam. Gue sadar kalo saat itu juga Shilla udah pergi. Bener2 ninggalin gue. Semaleman gue ga bisa tidur. Pagi tadi gue putusin untuk kesini. Numpahin kesedihan sekaligus ngucapin selamat tinggal ” terang Alvin. Alvin memandang Ify. Ia tersenyum.
” Maafin gue ya Fy, atas kelakuan gue ke elo ” ucapnya sembari mengulurkan tangan kearah Ify. Ify berpikir cukup lama. ia ingat dulu. Tapi itu ga penting. Apalagi Ify liat senyum keikhlasan di wajah Alvin. Dia menjabat tangan Alvin.
” Gue udah maafin sejak dulu kok Vin”
” Makasih. kalian berdua mau kan bantu untuk ngembaliin gue ke diri gue semula ?? terutama loe Yo ” pinta Alvin tulus.
” Pasti Vin, kita pasti bantu ” balas Rio. Ify mengangguk.
” Ya udah kita pulang yuuk. Ganti tuh baju Vin. Sumpek gue liatnya ” ajak Rio. Alvin terkekeh. Lalu mereka berjalan bersama meninggalkan peristirahatan terakhir Shilla. Saat Alvin akan menaiki mobil, dilihatnya sosok Shilla berdiri di samping makamnya sembari tersenyum. Shilla menunjukan kalung jantung hati yg Alvin tinggalkan disitu. Kalung tsb terpasang di leher Shilla. Alvin tersenyum.

” Aku akan berusaha Shill. Demi kamu ” katanya dalam hati. Lalu memasuki mobil dan berlalu.

————————————————————————————————————————

Sungguh mati
aku tidak bisa meninggalkan dia
walau pun kau dekat aku..

ampun aku
bila kini yang terkuak hanya perih
yang mungkin kan menghantui
HIDUPMU HIDUPKU…

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s