Luka Disini

11 januari, yah itulah tanggal yang tak perna akan aku lupakan. dimana pertama kali aku bertemu denganmu. tanggal itupun selalu terukir indah dalam relung hatiku. saat aku dan dia masih polos tanpa dosa kita di pertemukan oleh Tuhan tanpa sengaja ditempat ini. tempat yang menurut orang tak layak tapi bagi aku dan kamu inilah istana kita. dan tahunpun silih berganti kini kita telah sama-sama beranjak dewasa meninggalkan masa anak-anak kita. tapi aku tak akan perna melupakan atau meninggalkan masa 11 januari kita.

Dan 11 januari terulang lagi, tapi aku sendiri tak ada dirimu yang menemaniku. walau hanya sekedar bercanda,tertawa bersama menghabiskan hari istimewa kita. hatiku tak sengaja bertanya apakah janji kita telah kau lupakan? 11 januari kita saat bertemu denganmu menjalani kisah ini. naluriku berkata kaulah milikku, selalu bahagia bersama. akulah penjagamu, akulah pelindungmu akulah pendampingmu disetiap langkah-langkahmu. semua itu janjimu yang kau ucapkan saat kita merayakan setahun 11 januari kita. kini kau telah berubah, jangankan bersamaku mengingat 11 januari kita saja sudah tak perna. tak pentingkah diriku dimatamu?. dia yang baru setahun mengenalmu kini telah menggantikan aku yang sudah 9 tahun bersamamu. sakit yang kurasakan, kau memberiku janji manis, mengajakku terbang ke langit ke tujuh dengan semua kata-kata manismu. tapi dengan kasarnya menghempaskanku begitu saja tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Cinta yang lain? apakah ini cinta yang aku rasakan?! tapi cinta ini hanya milikku. cintamu pergi,hilang,terbang entah kemana. aku menangis meremas kedua kakiku memikul beban batin selama setahun ini. tolong lihat aku sedikit saja, apa aku harus mengemis cinta kepadamu? Tidak!!!! aku lebih baik mati dari pada aku harus mengemis cinta. Ku pejamkan mataku mencoba melupakan kenangan saat bersamamu tapi aku tak bisa, kau telah meracuni semua yang ada dalam diriku ini.

***

Hari ini aku memulai aktivitasku, dengan tak begitu bersemangat mengingat apa yang terjadi semalam tapi aku tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku dengan meninggalkan kewajibanku sebagai anak sekolah. kulangkahkan kakiku memasuki halaman sekolah, dengan mata yang sedikit bengkak aku mencari sahabatku. tapi baru beberapa langkah aku mendengar suara sahabatku shilla sudah teriak memanggil namaku mengalahkan toa mesjid. aku menatapnya dengan mimik muka bingung, kenapa shilla seperti orang kesurupan pagi ini.

“fy, yang sabar yah” itulah kata-kata shilla yang membuatku bingung…
Perasaanku mulai gak enak, tapi aku mencoba tersenyum menyembunyikan keresahanku.

“ada apa shill?, masih pagi sudah tereak. malah sekarang ngomong aneh kayak gitu. emang aku kenapa? tanyaku dengan wajah senang di buat-buat”.

“sini, shilla menarik tanganku menuju mading sekolah. fy,,, kalo kamu sudah lihat tolong jangan nangis. Yang sabar fy, aku gak akan perna ninggalin kamu. aku akan selalu ada untukmu fy”. kali ini ucapan shilla mulai ngaco menurutku. tapi aku tak mengerti juga dengan ucapannya sampai aku melihat apa yang ada di mading skolah kami.

Aku terdiam lidahku kurasakan beku, mulutku tak bisa mengeluarkan satu katapun. hatiku menangis melihat beberapa lembar foto pangeran kecilku bersama gadis lain. hancur hatiku, runtuh pertahanan yang selama ini aku bangun kokoh. sakit banget aku tak sanggup melihat semua ini. ku peluk shilla sangat erat, yang aku butuhkan sekarang adalah kekuatan dari sahabatku shilla. Aku gak akan nangis shill, kataku berbohong. tapi aku tahu shilla tahu apa yang aku ucapkan berbeda dengan yang aku rasakan. mana mungkin aku tak akan menangis sedangkan air mataku sudah membasahi seragam shilla. aku tak akan ninggalin kamu fy ucap shilla ditelingaku. ku peluk shilla semakin erat, aku tak sanggup shill ujarku sambil menangis.

***

Sepanjang pelajaran tak satupun yang masuk dalam otakku. bahkan aku yang terkenal siswi yang sangat pandai tak bisa menjawab pertanyaan bu ucie. semua teman-temanku tak percaya itu. aku hanya tersenyum miris melihat keadaanku sendiri. saat ini yang aku butuhkan hanyalah segera pulang. tapi semua itu tak akan terjadi karna masih ada 3 pelajaran lagi menantiku. beruntungnya aku saat terdengar bel istirahat, sekarang aku bisa memulihkan otakku dari semua masalah yang ada. shilla mengajakku ke kantin tapi ku tolak, aku tak sanggup melihat dia disana. tapi shilla memberiku kekuatan dengan kata-kata yang memang pantas untukku. Fy,, sampai kapanpun usahamu ngehindarin mereka tak akan perna menyelesaikan semuanya, yang ada lu malah sakit. aku setuju dengan semua ucapan shilla. tapi sekuat apapun usahaku untuk tegar percuma saja saat melihat mereka di kantin merayakan hari jadian mereka membuat hatiku sakit.

“fy,, aku kaget melihat orang yang tak ingin aku temui berdiri di depanku. kok ngelamun?

“gak papa”, jawabku..

Gabung sama kita aja yah fy shill, sekalian aku traktir kalian hari ini. gak usah io aku masih mampu membeli makananku sendiri! ucapku sinis. ku lihat ekspresi rio tak percaya dengan ucapanku. lagian aku gak mau ganggu acara kalian ujarku sambil melihat rio dan agni bergantian. gak papa kali fy, iya kan io tanya agni meminta persetujuan pacar barunya. tolong yah gak usah sok baik kalau akhirnya hanya bisa nyakitin aja, ujarku sambil memandang sinis ke arah rio. dan juga aku maupun shilla gak mau jadi obat nyamuk disini. sambil menarik tangan shilla aku pergi meninggalkan mereka berdua.

Setelah mendapat tempat yang lumayan jauh dari mereka, shilla pergi memesan makanan untuk dia dan juga untukku. tapi setelah makanan itu datang tak sedikitpun ku sentuh makanan itu. pikiranku terbang entah kemana, aku hanya menangis dan menangis. sesekali aku melihat mereka yang lagi bermesraan. air mataku mulai turun lagi, tanpa sengaja ku lihat kak iel ketua kesenian membawa gitar. aku meminjamnya, aku ingin bernyanyi mungkin dengan aku bernyanyi semua rasa sakit ini pergi bersama alunan nada-nada yang aku mainkan.

Ku hembuskan nafasku, sebelum bernyanyi aku berdoa semoga sakit ini sedikit bisa hilang pergi bersama nyanyianku. aku mulai bernyanyi aku menatap ke arah rio ku lihat dia juga sedang melihatku, mungkin lu tau lagu ini io batinku.

-Hatiku bahagia
saat didekatmu
jiwaku melayang
bersama dirimu
Aku ingin dirimu
Mengapa kau jauh
aku merindumu
tak dapat ku hidup
tanpa senyumanmu
sayang, ku mencintaimu
Hooo.. Cintaku milikmu
Sayang, untuk selamanya
Kasih.. Indahnya hidupku
Hanya engkaulah cintaku-

Lagi lagi mata ini menangis, tapi tak hanya ku yang menangis. ku lihat juga shilla menangis, aku tersenyum melihat betapa beruntungnya aku memiliki sahabat seperti shilla. yang tak perna meninggalkanku sedikitpun, saat aku terpuruk seperti ini. bahkan shilla menolak ajakan alvin pacarnya untuk makan siang bersama, shilla memiih bersamaku, menamaniku. tak hanya shilla yang menangis tapi ada beberapa murid yang lain juga ikutan menangis. apakah mereka sama sepertiku, atau hanya mengasihaniku saja. kini kulihat rio menatapku dengan tatapan yang sulit ku artikan apakah dia ingat dengan lagu ini atau hanya pura-pura sok peduli padaku.

***
FB on

“fy, jika suatu saat nanti ada yang nyakitin kamu,dan kamu gak bisa untuk ngebalasnya apa yang akan kamu lakuin?”..

“maksud kamu io, klo ada yang memukuliku gitu?”.

“bukan gitu fy, maksudku gini jika orang yang kamu sayangi tak sengaja ataupun sengaja nyakitin kamu apa yang akan kamu lakuin?”.

“aku tersenyum mendengar pertanyaan rio. aku tak akan menyakiti orang itu, karena dengan aku menyakitinya berarti aku sama saja dengan dia yang suka nyakitin orang. dan jikapun ada yang menyakitiku aku akan bernyanyi di depannya lagu love ½ mati. itu lagu untuk orang yang jika menyakitiku nanti. jawabku sambil mengacak-ngacak rambut rio pangeran kecilku”.

FB off

Deggggg,,, perasaan ini kenapa terasa aneh, ada apa denganku, dan kenapa ify harus menyanyikan lagu itu? apakah ada orang yang menyakitinya? tapi siapa dan selama ini ify tak perna bilang kalo dia menyukai seorang cowok. apakah aku yang telah menyakiti ify… “semua pertanyaan itu berputar di otakku, maaf fy jika aku adalah orang yang telah menyakitimu, tolong jangan perna menangis untuk orang sepertiku.

“rio,,io kamu kenapa? kok liatin ify segitunya”.

“hah! Maaf ag, aku gak nyangka aja ify nyanyiin lagu itu”.

“ngapain sih kamu ngurusin dia, kamu kan lagi sama aku, dan aku gak suka kalo kamu mikirin cewek lain sekalipun itu ify”.

“tapi ag, ify kan sahabat aku. masa aku ngebiarin dia lagi ada masalah gitu”.

“io,, ify memang sahabatmu tapi aku sekarang adalah pacarmu. ingat itu io”.

Maaf fy, sekali lagi maaf aku gak bisa bersamamu dan aku juga gak bisa menghapus air matamu. aku juga gak mau nyakitin agni yang kini telah menjadi pacarku jika aku terus mengingatmuatau bersamamu sekarang. kamu tetap sahabat terbaik ku fy untuk selamanya.

Fy, aku senang banget kamu terlihat seperti ini. karna aku ingin apa yang aku rasakan dulu bisa berbalik kepadamu. gimana sakitnya disakiti sama orang yang kita sayangi, aku pun seperti itu fy. saat cakka lebih memilihmu ketimbang aku, bahkan cakka melupakan semua kenangan aku dan dia itu hanya karna kamu. yang lebih menyakitkan lagi cakka pergi untuk selamanya saat menolong kamu yang hampir tertabrak mobil. dan itu yang tak bisa aku terima, kamulah yang membuat cakka pergi meninggalkanku.

“ag, kok ngelamun?”.

“gak papa io, aku hanya ngerasa ada yang lain gitu sama ify dan dia kenapa yah io?” tanyaku pura-pura sok peduli.

“io, kita ke tempat ify yuk. Mungkin ify butuh sahabatnya yaitu kamu”.

“tapi ag, tadi kan kamu yang ngelarang aku deket sama ify, kenapa sekarng malah menyuruhku deket sama ify”.

“yah sudahlah io, aku kan pengen tau ify itu kenapa”.

***

“fy, kamu kenapa? ada yang nyakitin kamu fy?”.

“tolong gak usah sok peduli gitu io, toh kalo pun kamu tahu siapa orang itu kamu pun gak bisa berbuat apa-apa, jadi percuma saja. lagian aku juga gak mau ngerepotin pacar orang”!!

“fy, kita ini sahabat, kamu lupa itu? jawab fy, kenapa kamu diam gitu. kamu pikir aku tenang ngeliat kamu seperti ini. fy, kamu lupa sama semua janji kita akan selalu berbagi, selalu bersama senang maupun susah”.

“sstttt,, gak usah di teruskan io, aku yang harusnya tanya itu. selama setahun ini kamu kemana. bahkan hari special kita yang dari kecil selalu kita rayain kamu gak ingat itu io. apa kenangan kita itu tak ada artinya buat kamu? apa 9 tahun kita bersama itu hanya kenangan buatmu io? kamu kemana? tak ada lagi rio yang dulu, rio yang perhatian, rio yang melindungiku, rio yang akan selalu ada untuk peri kecilnya, mana semua janji-janji itu io? kamu yang berubah io, tapi aku tak akan perna menyalahkan kamu untuk semuanya. karna aku tahu sahabat tak ada artinya di banding cinta untukmu”, cerca ify sambil menarik shilla pergi meninggalkan rio dan agni.

6 bulan kemudian

Ify semakin terpuruk dengan perasaan cintanya, nilai-nilainya kini menurun drastis. bahkan murid yang terkenal sangat pintar kini menjadi olok-olokan murid lain. dan agni berada di atas angin, mendapati pacar seorang ketua osis, bahkan kini menjadi kapten basket putri. berbeda dengan ify ketua cheers yang di sandangnya kini telah tergantikan dengan cewek kecentilan dea saingan terberatnya. tapi itu tak membuat ify kehilangan satu sahabat terbaiknya shilla. yah, shilla juga lah yang selalu mensuport ify agar bisa bangkit kembali. merebut semua yang memang pantas menjadi miliknya. karna kesetian shilla selama menjaga ify membuat ify sedikit demi sedikit bisa melupakan semua masalahnya. bahkan ify sudah bisa tersenyum walaupun hanya shilla yang bisa melihat itu. bahkan tanpa di sangka-sangka ify sudah bisa memperbaiki nilai-nilainya yang sangat tak pantas di dapatkan murid seperti dirinya. semua itu sangat membuat shilla bahagia tapi tidak untuk agni dan dea.

Kali ini rio tak konsen memimpin rapat osis, pikirannya selalu saja ke ify. sudah beberapa bulan ini tak ada lagi komunikasi diantara mereka. mengingat kondisi ify rio tak mau menambah beban ify jika harus ketemu ify. kini rio menghentikan rapat, toh percuma saja jika diteruskan kalo pikiranya kacau seperti ini tak ada satupun yang bisa di bahas.

“Aku kangen banget ma kamu fy, seandainya bisa memutar waktu aku tak ingin seperti ini. aku juga sakit fy, kamu yan selalu ceria kini menjadi seperti itu hanya karena aku. seandainya aku tak bertemu agni mungkin semua ini gak akan terjadi. maaf fy, aku tak bisa bersamamu. aku juga hancur fy, sakit, terluka dengan sikapku selama ini ke kamu. aku kangen kamu fy, untuk orang yang tak mungkin aku lupain” rio berbicara dengan foto ify yang dia sembunyikan di belakang foto agni dalam dompetnya.

“fy,,kalo saja perasaanmu aku tahu duluan sama seperti perasaanku ke kamu mungkin aku tak akan bersama agni. selama ini aku terlalu pengecut mengungkapkan semua perasaanku yang aku rasakan ke kamu bukan hanya sekedar sahabat saja. tapi aku takut fy, jika aku ungkapkan aku takut persahabatan kita menjadi hancur. tapi aku salah ternyata persahabat kita hancur karena hubunganku dengan agni”.

“ku mencintaimu lebih dari apapun, meskipun tiada satu orangpun yang tahu. ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku. Ku tahu ku takkan selalu ada untukmu, di saat engkau merindukan aku, ku tahu tak akan bisa memberikanmu waktu yang panjang dalam hidupku. yakinlah bahwa engkaulah selalu ada dalam hidupku, dan hanya padamu ku berikan cintaku yang panjang dalam hidupku”.

Rio menghentikan nyanyiannya, mengingat kalo hari ini dia sudah berjanji pulang bareng bersama agni. tapi sayang kata teman-teman agni kalo agni sudah dari tadi pulang bersama debo. sedikit cemburu itulah yang rio rasakan mengetahui pacarnya pulang dengan laki-laki lain padahal mereka sudah janjian akan pulang bersama

Di tempat lain ify sedang menunggu jemputannya. hetset terpasang di telinganya, ify sedang asik mendengar alunan indah suara pasha ungu menyanyikan lagu yang bisa saja menggambarkan kisah cintanya. seseorang menepuk pundaknya, betapa kaget ify mengetahui siapa yang kini berdiri di depannya. jantung ify berdetak tak karuan. rio yang selama ini melupakannya, menjahuinya, bahkan tak perna mengingatnya sedikitpun kini telah berdiri di depannya sambil tersenyum. “apakah aku harus marah, senang, atau aku harus mengusirnya” semua itu menari-nari indah di pikiran ku. aku hanya memandangnya sekilas, lalu melanjutkan kegiatanku yang tertunda akibat kehadirannya

“fy, kok belum pulang?”.

“belum di jemput! Jawabku sekenanya”.

“pulang bareng aku mau gak fy?”.

“enggak! Jawabku tegas”.

Rio sedikit kecewa dengan jawabanku, tapi begitulah lebih baik dari pada saat ini memberikan perhatian tetapi akhirnya pergi tanpa pamit. io, aku bisa pulang sendiri, kalopun aku tidak di jemput aku bisa pulang naik taksi. dan kalopun juga tak ada taksi aku masih punya kaki yang bisa aku gunakan untuk pulang. ujarku pergi meninggalkan rio sendiri

Sejak kejadian itu rio selalu memberikan perhatian lebih untuk ify, setahun ini yang tak perna ngesms ify atau telpon kini rutin rio lakukan. mengirimi ify ucapan selamat tidur, jangan lupa makan, ataupun istirahat yang banyak tak ketinggalan tiap kali rio sms ify, tapi tak ada satupun sms rio yang di balas sama ify, karna ify tau jika dia ngebalasnya itu sama saja membuatnya jatuh ke lubang yang sama. kini hubungan rio dan agni sudah merenggang, rio sudah tak tahan dengan perlakuan agni kepadanya yang semena-mena bahkan di temat umum agni berlaku seorang putri yang di dampingi pengawalnya. rio tak bisa lagi berkumpul bersama sahabat-sahabatnya karna setiap hari agni membuatnya pusing dengan bermacam-macam perintahnya. kini yang rio rasakan bukan lagi pacaran tetapi sudah seperti pekerja paksa oleh pacarnya sendiri.

Seminggu berlalu, dan kini menjadi puncak kemarahan rio, saat dia dan anak osis yang lain sedang rapat, agni datang langsung marah-marah gak jelas. malu itulah yang rio rasakan, dia seorang ketua osis tapi di perlakukan seperti ini. rio mencoba bersabar dengan segala macam omelan agni untuknya.

“io, kamu kenapa sih ngejahuin aku, gak perna lagi perhatian bahkan kamu ngelupain aku hanya karena perempuan gila itu. dengar yah io dia gak pantas mendapati perhatian dari kamu, apa untungnya sih perhatian sama cewek gila kayak gitu. omel agni tanpa henti”.

“agni stop teriak rio yang sudah siap menampar agni, tapi rio urungkan niatnya karena kini ify sudah berada di depan pintu melihat pertengkaran mereka. agni mengikuti arah pandang rio, agni tersenyum licik ‘saatnya buat perempan gila ini malu’ ujarnya dalam hati menuju ke tempat ify”.

“heh! Perempuan gila lu sadar gak sih lu itu gak pantas dapat perhatian dari pacar gue. dan lu itu juga gak pantas skolah disini, gak ada yang mau berteman dengan lu. lu tau gak gue senang banget waktu lu gila karna selama ini dendam gue terbayar. lu yang buat cakka ninggalin gue untuk selamanya, dan kini gue puas bisa bikin hidup lu menderita, gue puas bisa misahin lu dari rio orang yang lu cintai. ify tak memperdulikan semua perkataan agni, ify malah asik bersama IPODnya, agni yang kesel sama ify sudah siap mau nampar ify tapi sebelum tangan agni kena pipi ify rio sudah mencegahnya.

“makasih agni, gue tau gue memang gila tapi gue masih punya perasaan gak seperti lu. dan harus lu tau gue gak perna minta perhatian dari pacar lu. gue masih punya orang tua dan sahabat gue. gue gak butuh lu dan juga pacar lu ini, tunjuk ify ke muka rio dan agni”.

Rio pun sudah gak tahan dengan semua yang telah agni lakuin kepada dia dan ify “lu dengar yah ag, gue nyesel perna suka dan cinta sama lu. lu itu memang gak pantas untuk di cintai. lu tau kenapa cakka ninggalin lu, karena sikap lu ini yang membuat cakka lebih memilih ify ke timbang lu, dan juga lu gak pantas dapat cinta dari gue ag, kita putus”.

“lu mutusin gue hanya karna perempuan gila ini io?”.

“ia, karna ify lebih pantas di cintai dari pada lu”.

“gue benci lu io, dan gue harap lu berdua gak akan perna bahagia untuk selamanya”.

Ify hanya tertawa mendengar pertengkaran rio dan agni, bukan karna ify senang mereka putus. tapi ify tertawa karena rio terlambat menyadari semuanya.

“fy, maafin aku yah, aku selama ini sangat bodoh, lebih milih agni dari pada kamu yang jelas-jelas sahabatku dari kecil. maaf juga fy aku terlambat menyadarinya, aku sadar aku sayang kamu fy bukan sebagai seorang sahabat, tapi sayang aku sebagai seorang yang memang pantas untuk aku cintai, dari kecil aku sudah cinta ma kamu fy, tapi aku takut cinta ini akan hancurin persahabatan kiya. makanya aku lebih memilih bersama agni”.

“bukan cinta yang menghancrkan persahabatan kita, tapi dirimu sendiri io yang ngehancurin semuanya. kamu ingat io ini hari apa? ini hari special kita io, persahabatan kita sudah 11 tahun tapi kamu gak perna ingat itu. terus skarang kamu bilang cinta ma aku, maaf io jawabanku ada di lagu yang akan aku nyanyiin ini”.

Dulu pernah ada cinta
Dulu pernah ada sayang
Namun kini tiada lagi perasaan seperti dulu
Kini tiada lagi kisah
Cinta ku telah musnah sudah
Hancur hati ku, telah kau sakiti perasaan ku
Biarkan ku pergi..
Jangan kau tanyakan lagi..
Ku yakin ini yang terbaik untuk kau dan diri ku
Biarkan berlalu,rasa cinta ini di hati..
Ku tak bisa untuk menahan, aku luka di sini

Maaf io lagu ini adalah perasaaanku sekarang kepadamu. jika kita di takdirkan bersama suatu saat nanti kita pasti bersama. tapi tidak untuk hari ini. aku juga sekalian mau pamit io ntar malam aku harus berangkat ke korea mengikuti kedua orang tuaku. jaga dirimu disini io jangan perna menangisi sesuatu yang telah berlalu, hidup terus berjalan, kenangan kita bukanlah untuk dilupakan, tetapi bisa menjadi pembelajaran untuk kehidupan kita selanjutnya. makasi untuk 10 tahun kebersamaan kita io, aku bahagia sangat bahagiaselamat tinggal io, kecupan lembut ify mendarat di pipi rio. aku pergi io membawa segenggam harapan untukmu dan juga untukku.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s